{"id":4,"date":"2014-04-13T10:16:33","date_gmt":"2014-04-13T03:16:33","guid":{"rendered":"http:\/\/vinsensiusng.blog.binusian.org\/?p=4"},"modified":"2014-06-09T15:56:00","modified_gmt":"2014-06-09T08:56:00","slug":"penerapan-e-learning-pada-edmodo","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/vinsensiusng.blog.binusian.org\/?p=4","title":{"rendered":"Penerapan E-Learning pada EDMODO"},"content":{"rendered":"<p>TUGAS PAPER<br \/>\nTOPIK \u2013 TOPIK LANJUTAN SISTEM INFORMASI<br \/>\nSemester Genap tahun 2013\/2014<br \/>\nPenerapan E-Learning pada EDMODO<\/p>\n<p>Kelas : 06PDM<br \/>\nVinsen Sius 1501169801 <\/p>\n<p>Universitas Bina Nusantara<br \/>\nJakarta<\/p>\n<p>ABSTRAK<br \/>\nE-Learning merupakan sebuah bentuk teknologi informasi yang dimana diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya. E-learning merupakan dasar dari pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Kegiatan e-learning termasuk dalam model pembelajaran individual.<br \/>\nSaat ini terdapat berbagai aplikasi open source yang digunakan didalam e-learning sebagai platform yang sederhana sampai komplek, yang gratis sampai berbayar, dan self-hosted sampai yang vendor hosted.<br \/>\nE-Learning terus berkembang sejalan dengan perkembangan TIK, dimana konsep E-Learning 1.0 mengalami perbaikan dan diberi nama E-Learning 2.0. Perkembangan konsep ini terutama dijumpai dalam bentuk komunikasi pada proses yang disediakan, jenis media yang digunakan dan peran pengajar dan mahasiswa atau murid dalam proses belajar mengajar tersebut.<\/p>\n<p>Kata Kunci: pembelajaran elektronik, E-learning<\/p>\n<p>BAB 1<br \/>\nPENDAHULUAN<br \/>\n1.1\u00a0\u00a0 \u00a0Latar Belakang<br \/>\nPerkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi(TIK) yang ada saat ini memberikan kontribusi dalam pengembangan bidang pendidikan khususnya di perguruan tinggi. Proses yang paling utama adalah\u00a0 proses belajar mengajar. Proses belajar mengajar yang bersifat konvensional, dimana dosen dan mahasiswa melakukan kegiatan tatap muka di ruang kelas seringkali mengalami berbagai kendala khususnya dalam waktu maupun tempat. Untuk mengatasi kendala tersebut maka dikembangkan proses pembelajaran jarak jauh, dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi dengan bentuk e-learning, maka masalah jarak, waktu, dan tempat yang dijabarkan diatas dapat diselesaikan sehingga para pelajar tidak perlu melakukan tatap muka di ruang kelas.<br \/>\nUntuk membangun e-learning ini, tentu saja memerlukan software. karena software dapat diatur sesuai dengan kebutuhan kita.<\/p>\n<p>1.2\u00a0\u00a0 \u00a0Ruang Lingkup<br \/>\nPembahasan berfokus pada penerapan atau penggunaan Aplikasi open source didalam e-learning yang dimana open source software adalah aplikasi yang digunakan untuk membangun e-learning tersebut.<\/p>\n<p>1.3\u00a0\u00a0 \u00a0Tujuan Penulisan<br \/>\nAdapun tujuan dari penulisan dalam paper ini adalah agar kita dapat menjelaskan dan mengerti tentang:<br \/>\nA.\u00a0\u00a0 \u00a0Sejarah e-learning<br \/>\nB.\u00a0\u00a0 \u00a0Definisi\/pengertian e-learning<br \/>\nC.\u00a0\u00a0 \u00a0Perkembangan e-learning<br \/>\nD.\u00a0\u00a0 \u00a0Keuntungan dan kerugian menggunakan e-learning<br \/>\nE.\u00a0\u00a0 \u00a0Kendala-kendala e-learning<br \/>\nF.\u00a0\u00a0 \u00a0Faktor-faktor yang harus dilihat sebelum menerapkan e-learning<br \/>\nG.\u00a0\u00a0 \u00a0Platform-platform e-learning<br \/>\nH.\u00a0\u00a0 \u00a0Fitur e-learning<\/p>\n<p>1.4\u00a0\u00a0 \u00a0Manfaat Penulisan<br \/>\nManfaat yang didapat dari penelitian mengenai e-learning ialah pembaca dapat mengetahui apa yang disebut e-learning dan kelebihan dari e-learning, memungkinkan pelajar ikut serta dalam e-learning.<\/p>\n<p>1.5\u00a0\u00a0 \u00a0Metodologi Penulisan<br \/>\nDalam penulisan karya tulis ini, dipergunakan berbagai informasi pendukung berdasarkan metode-metode studi keperpustakaan yang diperoleh melalui beberapa sumber seperti jurnal, skripsi, makalah, buku-buku penunjang, situs yang menyediakan informasi mengenai e-learning, dan dari berbagai informasi yang didapat ini akan dibuat sebuah pembahasan tentang situs e-learning yakni edmodo.com<\/p>\n<p>1.6\u00a0\u00a0 \u00a0Sistematika Penulisan<br \/>\nKarya ilmiah ini terdiri dari beberapa bab pembahasan, yaitu:<br \/>\nBAB 1: PENDAHULUAN<br \/>\nPada bab ini akan dijelas mengenai pemahaman tentang e-learning secara umum, yang terdiri atas latar belakang, ruang lingkup, masalah, tujuan penulisan, manfaat, dan sistematika penulisan.<br \/>\nBAB 2: LANDASAN TEORI<br \/>\nBab ini berisikan teori-teori umum hingga teori khusus yang dijadikan sebagai dasar pengetahuan untuk memahami definisi, pengertian, manfaat, kendala-kendala, Keuntungan dan kerugian.<br \/>\nBAB 3: PEMBAHASAN<br \/>\nPada bab ini akan dilakukan pembahasan tentang penerapan e-learning yang ada di EDMODO.COM.<br \/>\nBAB 4: KESIMPULAN DAN SARAN<br \/>\nBab ini akan memaparkan kesimpulan dari keseluruhan pembahasan dan saran dari penulis mengenai e-learning.<\/p>\n<p>BAB 2<br \/>\nLANDASAN TEORI<br \/>\n2.1.\u00a0\u00a0 \u00a0Sejarah E-Learning<br \/>\nE-learning pertama kali dikembangkan oleh Universitas Illinois Urbana Champaign pada saat itu digunakan sistem instruksi berbasis komputerisasi, komputer yang digunakan saat itu adalah PLATO. Pada tahun 1990an, muncul konsep Computer Based Training(CBT). Konsep CBT berkembang era 1990 dimana E-Learning sudah dalam bentuk\u00a0 software yang berjalan pada PC. Materi CBT sudah berbentuk teks ataupun multimedia (kombinasi teks, audio, dan video).<br \/>\nTahun 1994 CBT semakin diterima oleh masyarakat luas, oleh karena itu muncullah developer-developer ynag mengembangkan software E-Learning dan memproduksinya secara massal baik komesial maupun non komersil, namun pada CBT, komunikasi hanya dapat berjalan satu arah, misalnya pelajar hanya bisa mengakses aplikasi yang berada dalam CBT.<br \/>\nPada tahun 1997 muncul konsep pembelajaran LMS atau Learning Management System dimana LMS ini merupakan sistem yang digunakan untuk mengelola catatan pelatihan dan pendidikan. Software LMS bertugas untuk mendistribusikan program melalui internet dengan fitur kolaborasi secara online.<br \/>\nTahun 1999 sebagai tahun Aplikasi E-learning berbasis Web. Perkembangan LMS menuju aplikasi e-learning berbasis Web berkembang secara total, baik untuk pembelajar (learner) maupun administrasi belajar mengajarnya. LMS mulai digabungkan dengan situs-situs informasi, majalah, dan surat kabar. Isinya juga semakin kaya dengan perpaduan multimedia , video streaming, serta penampilan interaktif dalam berbagai pilihan format data yang lebih standar, dan berukuran kecil.<br \/>\n2.2.\u00a0\u00a0 \u00a0Definisi E-Learning<br \/>\nE-Learning merupakan singkatan dari Electronic Learning, dimana merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya.<br \/>\nMenurut Koran, Jaya Kumar C.(Koran, 2002), e-learning sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik seperti LAN, WAN, atau internet untuk menyampaikan isi dari pembelajaran, interaksi maupun pengarahan bimbingan.<br \/>\nMenurut Darin E. Hartley (Hartley, 2001) e-learning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media internet, intranet atau media jaringan komputer lainnya.<\/p>\n<p>2.3.\u00a0\u00a0 \u00a0Perkembangan E-learning<br \/>\nSeiring dengan perkembangan zaman dan perkembangan teknologi, konsep dari e-learning juga mengalami evolusi. Pada awal 1960, Prof. Patrick Suppes dan Richard C. Atkinson dari Stanford University mengembangkan Program edukasi dengan menggunakan bagi sekolah dasar. Dengan adanya internet dan ditemukannya web, email, dll, pada tahun 1993 William D Graziadei menjelaskan penggunaan email sebagai media pembelajaran online, berkembang hingga pada tahun 1997, beliau mengeluarkan publikasi yang menjelaskan strategi pengembangan materi dan menejemen untuk sistem edukasi yang berbasis teknologi. E-learning berkembang hingga saat ini, dimana terdapat banyak teknologi yang mendukung untuk proses pembelajaran, seperti blogs, e-Portofolio hingga virtual classroom.<br \/>\nIstilah e-Learning 2.0 digunakan untuk merujuk kepada cara pandang baru terhadap pembelajaran elektronik yang terinspirasi oleh munculnya teknologi Web 2.0. Web 2.0 adalah sebuah istilah yang dikeluarkan pertama kali oleh O\u2019Reilly Media pada tahun 2003, dan dipopulerkan pada konferensi web 2.0 pertama di tahun 2004. Sebelum menuju ke E-Learning 2.0, telah digunakan konsep E-Learning 1.0 (primitive) yang merupakan Sistem konvensional pembelajaran elektronik biasanya berbasis pada paket pelajaran yang disampaikan kepada siswa dengan menggunakan teknologi Internet. Peran siswa dalam pembelajaran terdiri dari pembacaan dan mempersiapkan tugas.Kemudian tugas dievaluasi oleh guru.Sebaliknya, e- learning 2.0 memiliki penekanan pada pembelajaran yang bersifat sosial dan penggunaan perangkat lunak sosial (social networking).<\/p>\n<p>Gambar 2.1\u00a0 Perbedaan E-Learning 1.0 dan E-Learning 2.0<\/p>\n<p>2.4.\u00a0\u00a0 \u00a0Keuntungan dan Kekurangan Menggunakan e-Learning<br \/>\nDari berbagai macam e-learning yang ada, tentu saja kita tidak lepas dari kekurangan dan keuntungan yang terjadi saat menggunakan e-larning.<br \/>\nBeberapa keuntungan menggunakan e-Learning diantaranya sebagai berikut:<br \/>\n1.\u00a0\u00a0 \u00a0Mengurangi biaya perjalanan.<br \/>\n2.\u00a0\u00a0 \u00a0Menghemat waktu proses belajar mengajar.<br \/>\n3.\u00a0\u00a0 \u00a0Fleksibel karena siswa dapat belajar kapan saja, di mana saja, dan dengan tipe pembelajaran yang berbeda-beda.<br \/>\n4.\u00a0\u00a0 \u00a0Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku).<br \/>\n5.\u00a0\u00a0 \u00a0Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran.<\/p>\n<p>Beberapa kekurangan yang terjadi saat menggunakan e-learning, yaitu:<br \/>\n1.\u00a0\u00a0 \u00a0Kurangnya interaksi antara pengajar dan pelajar atau bahkan antar pelajar itu sendiri.<br \/>\n2.\u00a0\u00a0 \u00a0Proses belajar mengajar cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan.<br \/>\n3.\u00a0\u00a0 \u00a0Berubahnya peran pengajar dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT (Information, Communication and Technology). Tentu saja tidak semua tempat tersedia fasilitas internet maupun intranet.<br \/>\n4.\u00a0\u00a0 \u00a0Kurangnya mereka yang mengetahui dan memiliki keterampilan tentang internet.<br \/>\n5.\u00a0\u00a0 \u00a0Kurangnya penguasaan bahasa komputer yang perlu digunakan saat e-learning dilakukan.<\/p>\n<p>2.5.\u00a0\u00a0 \u00a0Manfaat E-learning<br \/>\nE-learning telah membantu kita dalam mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis. E-learning juga mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan maupun materi, pelajar dengan pengajar maupun sesama pengajar. Dalam penerapan E-learning, faktor kehadiran guru atau pengajar otomatis menjadi berkurang bahkan tidak pernah terjadi. Hal tersebut disebabkan pengambilan peran oleh komputer dan panduan-panduan elektronik yang telah dirancang oleh \u201ccontents writer\u201d, designer e-learning maupun pemrogram komputer.<br \/>\nAda beberapa manfaat yang didapat dari pembelajaran e-learning, diantaranya:<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Dapat menjangkau peserta didik dengan jangkauan yang cukup luas.<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Bertambahnya interaksi antara pelajar dengan pengajar atau instruktur dalam proses pengajaran.<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Dapat belajar dimana saja dan kapan saja<\/p>\n<p>Manfaat e-learning terdapat 2 sisi sudut pandang yang berbeda, yaitu:<br \/>\n1.\u00a0\u00a0 \u00a0Manfaat bagi pelajar<br \/>\nMembantu pelajar mendapatkan bahan-bahan belajar setiap saat, kapan saja dan berulang-ulang. Pelajar juga dapat berkomunikasi dengan pengajar setiap saat melalui chatting maupun email.<br \/>\n2.\u00a0\u00a0 \u00a0Manfaat bagi pengajar<br \/>\nDengan adanya proses belajar mengajar secara elektronik ini, para pengajar juga mendapatkan manfaat-manfaat, antara lain adalah pengajar akan lebih mudah melakukan pembaharuan topik atau materi pengajaran sesuai dengan tuntutan perkembangan yang terjadi dan pengajar juga dapat dengan efesien mengontrol kegiatan belajar pelajarnya.<\/p>\n<p>2.6.\u00a0\u00a0 \u00a0Kendala-kendala E-Learning<br \/>\nDalam penerapan E-Learning, tentu saja ditemukan kendala ataupun hambatan. Kendala atau hambatan dalam penyelenggaraan e-learning, yaitu:<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Investasi<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Budaya<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Teknologi dan infrastruktur<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Desain Materi<\/p>\n<p>2.7.\u00a0\u00a0 \u00a0Faktor-faktor yang harus dilihat sebelum menerapkan E-Learning<br \/>\nSebelum seseorang memilih internet untuk sebuah kegiatan belajar, ada beberapa hal yang harus kita perhatikan sebelum kita memanfaatkan e-learning, yaitu:<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Analisa Kebutuhan<br \/>\nMenganalisa apakah penerapan e-learning ini dibutuhkan atau tidak, jika analisa telah dilakukan dan hasilnya adalah memerlukan, maka akan dilakukan pengecekan technically feasible, misalnya apakah jaringan internet atau intranet dapat dipasang, apakah infratruktur pendukungnya tersedia(listrik, komputer, dan telepon).<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Rancangan Instruksional<br \/>\nDalam tahapan rancangan intruksional ini, ada beberapa aspek yang harus diperhatikan, seperti konten pembelajaran dan satuan analisis pembelajaran, learner analysis, context analysis, instructional analysis, construct criterion test items, dan select instructional strategy.<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Tahapan Pengembangan<br \/>\nTahapan pengembangan ini bisa dilakukan dengan cara mengikuti perkembangan fasilitas ICT yang tersedia, karena terkadang fasilitas ICT tidak dilengkapi dalam waktu yang bersamaan.<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Pelaksanaan<br \/>\nPrototype yang sudah lengkap bisa dipindahkan ke komputer dengan menggunakan format seperti HTML dan Flash. Uji prototype harus dilakukan terus menerus untuk mengecek apakah bahan yang diajarkan atau ada didalamnya benar-benar memenuhi standar bahan ajar mandiri ataupun untuk mengecek bagaimana penggunakaan course tool yang ada dengan benar dan baik.<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Evaluasi<br \/>\nSebelum program yang telah selesai dirancang digunakan, kita harus mencari beberapa orang sebagai sampel untuk melakukan evaluasi<\/p>\n<p>2.8.\u00a0\u00a0 \u00a0Learning Management System<br \/>\nLMS adalah suatu sistem yang telah dikembangkan untuk mendukung lingkungan belajar dan mengajar yang berbasis web, LMS juga biasanya diartikan sebagai aplikasi perangkat lunak untuk kegiatan \u2018\u2019online\u2019\u2019, program e-learning dan isi pelatihan.<br \/>\nSebuah LMS yang kuat harus bisa melakukan hal berikut:<br \/>\n1.\u00a0\u00a0 \u00a0menggunakan layanan \u2018\u2019self-service\u2019\u2019 dan \u2018\u2019self-guided\u2019\u2019.<br \/>\n2.\u00a0\u00a0 \u00a0mengumpulkan dan menyampaikan konten pembelajaran dengan cepat dan benar.<br \/>\n3.\u00a0\u00a0 \u00a0mengkonsolidasikan inisiatif pelatihan pada platform berbasis \u2018\u2019web scalable\u2019\u2019.<br \/>\n4.\u00a0\u00a0 \u00a0mendukung portabilitas dan standarisasi.<br \/>\n5.\u00a0\u00a0 \u00a0personalisasi isi dan memungkinkan penggunaan kembali pengetahuan.<\/p>\n<p>2.9.\u00a0\u00a0 \u00a0Fitur-fitur Learning Management System<br \/>\nLMS menyediakan kemampuan bagi para pengajar untuk membangun website yang dinamis untuk mendukung lingkungan belajar mengajar yang baik bagi pelajar. LMS umumnya menyediakan beberapa fitur, diantaranya:<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Menejemen dari perkuliahan, seperti hak akses user ke suatu mata kuliah, dapat sebagai pengajar, murid atau coordinator mata kuliah; tenggang waktu perkuliahan, materi perminggu, dll.<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Menyediakan pelaporan aktivitas dan nilai dari murid.<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Media komunikasi antara pengajar dengan murid, dalam bentuk forum, chat, blog dan wiki.<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Menyediakan sarana pengumpulan tugas, quiz dan ujian.<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Menyediakan data repository materi mata kulaih yang sedang diambil<\/p>\n<p>2.10.\u00a0\u00a0 \u00a0Platform-platform E-learning<br \/>\nSeiring berkembangnya teknologi dan E-learning, saat ini tersedia begitu banyak jenis platform e-learning yang ditawarkan, mulai dari sederhana sampai komplek, dari gratis sampai berbayar, dari self-hosted sampai vendor hosted, dan dari buatan anak negeri sampai luar negeri. Setiap platform tersebut membawa kekurangan dan kelebihan masing-masing yang tentunya platform tersebut memiliki satu tujuan yang sama yaitu bertujuan untuk memfasilitasi kebutuhan guru dan siswa dalam proses pembelajaran, berbagi bahan ajar, diskusi, test, chat, dan lain-lain.<br \/>\nPlatform E-learning yang berbasis Open Source (self-hosted), yaitu:<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Moodle<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Claroline<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Dokeos<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0LMS Joomla<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Atutor<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Docebo<\/p>\n<p>Perbandingan dari masing-masing platform LMS diatas dapat dilihat disini:<\/p>\n<p>Gambar 2.2 Perbandingan platform-platform open source<\/p>\n<p>Selain platform yang berbasis open source, terdapat juga platform yang berbasis vendor hosted. Diantaranya, yaitu:<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Edmodo<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Schoology<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Quick Lessons<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Edu 2.0<\/p>\n<p>2.11.\u00a0\u00a0 \u00a0Fitur E-learning<br \/>\nE-learning memiliki berbagai fitur-fitur diantara lain:<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Konten yang relevan dengan tujuan belajar.<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Menggunakan metode instruksional<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Menggunakan elemen media seperti kalimat dan gambar untuk mendistribusikan konten dan metode belajar.<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Pembelajaran dapat secara langsung dengan instruktur ataupun belajar secara individu<br \/>\nBAB 3<br \/>\nPEMBAHASAN<\/p>\n<p>3.1\u00a0\u00a0 \u00a0Overview mengenai E-Learning<br \/>\nE-Learning merupakan bentuk pembelajaran\/pelatihan jarak jauh yang memanfaatkan TTI(Teknologi telekomunikasi dan informasi), misalnya internet, video\/audiobroadcasting, audio conferencing, CD-ROOM(secara langsung dan tidak langsung). Kegiatan e-learning termasuk dalam model pembelajaran individual karena kegiatan e-learning lebih bersifat dekokratis dibandingkan kegiatan belajar pada pendidikan konvensional, karena peserta didik memiliki kebebasan dan tidak ada rasa khawatir maupun ragu-ragu dalam mengajukan pertanyaan maupun menyampaikan pendapat\/tanggapan karena tidak ada peserta belajar lainnya yang secara fisik langsung mengawati yg biasanya mungkin akan memberikan kritikan, cemooh atau meremehkan pertanyaan maupun pernyataan yang diberikan.<\/p>\n<p>3.2\u00a0\u00a0 \u00a0Penerapan E-Learning di dunia Nyata<br \/>\nEdmodo.com adalah layanan gratis yang memungkinkan guru dapat menciptakan dan memelihara komunitas kelas mereka sendiri dengan aman. Edmodo digunakan untuk berbagi konten pendidikan, mengelola proyek,mengelola tugas, menangani pemberitahuan setiap aktifitas, melakukan kuis dan acara, dan memfasilitasi secara penuh terhadap keterlibatan pengalaman belajar antar siswa di kelas juga siswa lainnya dalam jaringan belajar professional.<br \/>\nPada tahun 2008, Nicolas Brog dan Jeff O\u2019Hara mendirikan Edmodo. Edmodo adalah sebuah platform Microblogging yang secara khusus dikembangkan dan dirancang untuk digunakan oleh guru dan siswa dalam suatu ruang kelas. Edmodo menyediakan cara yang aman dan mudah untuk berkomunikasi dan berkolaborasi antara siswa dan guru, berbagi konten berupa teks, gambar, links, video, maupun audio. Edmodo bertujuan untuk membantu pendidik memanfaatkan fasilitas social networking sesuai dengan kondisi pembelajaran di dalam kelas.<br \/>\nDapat kita simpulkan bahwa Edmodo adalah sebuah platform web dengan menggunakan konsep social networking berbasis Microblogging yang dikhususkan untuk membangun lingkungan belajar online yang aman dan nyaman untuk berbagi data, informasi dan juga konten-konten pendidikan baik berupa tulisan,dokumen, video, audio, foto, kalender, link yang dapat dibagikan baik oleh guru maupun siswa danjuga konten khusus berupa nilai, kuis, acara kegiatan, penugasan dan poling yang hanya dapat dibagikan oleh guru.<br \/>\nDi Edmodo, pengajar berada di tengah-tengah jaringan yang kuat yang menghubungkan pengajar dengan pelajar, administrator, orangtua\/wali, dan penerbit maupun buku. Jaringan ini merupakan permukaan sumber daya terbaik di dunia dan alat-alat, yang menyediakan blok bangunan pendidikan yang berkualitas tinggi. Edmodo memudahkan untuk melacak kemajuan siswa\/mahasiswa. Semua nilai dan rencana belajar ditugaskan atau diberikan melalui Edmodo disimpan dan mudah diakses. Guru\/dosen bisa mendapatkan masukan dari ruang kelas melalui reaksi pelajar untuk kuis, tugas, dan posting diskusi yang menangkap pemahaman, kebingungan, atau kefrustrasian pelajar.<\/p>\n<p>Gambar 3.1 Halaman utama setelah login di edmodo.com<\/p>\n<p>Edmodo menggunakan desain yang mirip dengan sosial media Facebook, dan menyediakan pengajar dan pelajar tempat yang aman untuk menghubungkan, berkolaborasi dan berbagi konten. pengajar juga dapat mengirim nilai, tugas dan kuis untuk pelajar. pelajar dapat mengajukan pekerjaan rumah dan melihat nilai-nilai mereka dan komentar pengajar mungkin telah diposting tentang tugas mereka. pengajar juga dapat membuat jajak pendapat dan topik posting untuk diskusi di kalangan para pelajar. Setelah setiap periode kursus selesai, pengajar menutup keluar jaringan dan menciptakan yang baru untuk kursus berikutnya. Seiring dengan skenario pembelajaran yang tercantum di atas, pendidikan situs jejaring sosial, seperti Edmodo, menawarkan kesempatan unik untuk terhubung dengan siswa dan membantu mereka menciptakan norma-norma dan merefleksikan bagaimana tindakan online yang berbeda akan diinterpretasikan. Edmodo menawarkan pendidik mempunyai kesempatan untuk memulai dialog yang memenuhi siswa\/mahasiswa dengan pengalaman mereka untuk memeriksa secara kritis penggunaan jaringan sosial dan etis penggunaan media dan format online.<br \/>\nDalam upaya untuk mencegah orang luar bergabung dengan jaringan sekolah\/kampus, Edmodo menyediakan kode khusus untuk sekolah\/kampus dan kelas. Kode-kode ini diberikan kepada siswa\/mahasiswa dan diperlukan untuk bergabung dengan kelompok. Perusahaan ini baru-baru ini meningkatkan keamanan layanan Edmodo dengan menerapkan perlindungan injeksi SQL untuk mencegah akses tidak sah ke sumber daya website dan database.<br \/>\nEdmodo menyediakan 4 pilihan fitur untuk mendaftar:<br \/>\n1. I\u2019m a Teacher : untuk guru<br \/>\n2. I\u2019m a Student : untuk murid<br \/>\n3. I\u2019m a Parent : untuk orang tua<br \/>\n4. School&amp;District<\/p>\n<p>Gambar 3.2 Halaman depan edmodo.com<\/p>\n<p>3.3\u00a0\u00a0 \u00a0Fitur-fitur yang terdapat di EDMODO<br \/>\nEdmodo memiliki fitur yang dikhususkan untuk mendukung kegiatan pembelajaran. Edmodo mengklasifikasikan fiturnya berdasarkan pengguna yaitu guru dan siswa. Dibawah ini adalah fitur yang disediakan di Edmodo:<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Assignment<br \/>\nAssignment digunakan oleh guru untuk memberikan penugasan kepada siswa secara online. Fitur ini dilengkapi dengan waktu deadline danfitur attach file sehingga siswa dapat mengirimkan tugas dalam bentuk file secara langsung kepada guru.<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0File and Links<br \/>\nPada fitur ini guru dan siswa dapat mengirimkan pesan dengan melampirkan file dan link pada grup kelas, siswa atau guru lainnya. File yang dilampirkan berlaku untuk semua jenis ekstensi seperti .doc, .pdf, .ppt, .xls, dll.<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Quiz<br \/>\nQuiz digunakan untuk memberikan evaluasi secara online baik berupa pilihan ganda, isian singkat, maupun soal uraian. Quiz hanya dapat dibuat oleh guru, sedangkan siswa hanya mengerjakannya saja. Didalam fitur ini, dilengkapi dengan batas waktu pengerjaan, informasi tentang kuis yang akan dibuat, judul kuis dan tampilan kuis. Perhitungan skor pada setiap butir soal quiz dilakukan secara otomatis untuk jenis pertanyaan pilihan ganda dan isian singkat, sedangkan untuk penskoran soal uraian harus diperiksa oleh guru terlebih dahulu.<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Polling<br \/>\nPolling hanya dapat dibuat oleh guru untuk dibagikan kepada siswa. Biasanya guru menggunakan poling untuk mengetahui tanggapan siswa mengenai hal tertentu yang berkenaan dengan pelajaran. Berikut dibawah ini adalah tampilan poling mengenai tanggapan siswa terhadap materi fungsi logika sebelum pembelajaran diberikan.<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Gradebook<br \/>\nFitur gradebook digunakan sebagai catatan nilai siswa. Pemberian nilai dapat dilakukan oleh guru dan dapat diisi secara manual atau secara otomatis.<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Library<br \/>\nLibrary digunakan sebagai tempat penyimpanan berbagai sumber pembelajaran dengan konten yang beragam. Dengan fitur library, guru dapat meng-upload bahan ajar, materi, presentasi, sumber referensi, gambar, video, audio dan konten digital lainnya.Link dan File yang terdapat di Library dapat dibagikan baik kepada siswa maupun grup. Siswa juga dapat menambahkan konten yang dibagikan oleh guru ke dalam library-nya.<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Award Badges<br \/>\nFitur ini digunakan untuk memberikan suatu penghargaan baik kepadasiswa maupun kelompok. Penghargaan dapat ditentukan oleh guru itu sendiri sehingga tidak menghambat kreatifitas guru dalam memberikan penghargaan<br \/>\n\u2022\u00a0\u00a0 \u00a0Parent Codes<br \/>\nFitur ini berfungsi memberi kesempatan kepada orangtua\/wali masing-masing siswa dapat bergabung memantauaktivitas belajar dan prestasi putra-putrinya, guru harus mengakses kode untuk orang tua siswa dan kemudian membagikannya pada masing-masing orangtua\/wali. Akses kode untuk orang tua siswa dapat diperoleh dengan mengklik nama kelas.<\/p>\n<p>3.4 \u00a0\u00a0 \u00a0Kelebihan dan kekurangan EDMODO<br \/>\nKelebihan Edmodo diantaranya :<br \/>\n1.\u00a0\u00a0 \u00a0User Interface<br \/>\nUser interface EDMODO mengadaptasi tampilan yang mirip dengan jejaring sosial facebook sehingga relatif mudah untuk digunakan bahkan untuk pemula yang baru mendaftar sekalipun.<br \/>\n2.\u00a0\u00a0 \u00a0Compatibility<br \/>\nEDMODO mendukung berbagai jenis format file, seperti ppt, pptx, pdf, html, swf, dan sebagainya.<br \/>\n3.\u00a0\u00a0 \u00a0Application<br \/>\nEDMODO tidak hanya dapat diakses melalui Komputer ataupun Laptop\/Notebook, tetapi juga dapat diakses di smartphone yang OSnya berbasis Android OS.<\/p>\n<p>Beberapa Kekurangan dari Edmodo, yaitu:<br \/>\n1.\u00a0\u00a0 \u00a0Video Conference Not Available<br \/>\nDidalam website E-learning Edmodo.com belum disediakan video conference sehingga siswa cukup sulit berinteraksi dengan pengajar.<br \/>\n2.\u00a0\u00a0 \u00a0Language Only in English Format<br \/>\nPenggunakan bahasa pemrograman yang masih berbasis inggris yang membuat pengajar dan siswa terkadang sulit dikarenakan tidak semua pengajar dan siswa bisa berbahasa inggris dengan lancar.<br \/>\n3.\u00a0\u00a0 \u00a0Not Connected with other Social Networks<br \/>\nEDMODO tidak terintegrasi dengan berbagai jenis sosial media yang ada sekarang, seperti twitter, google+, maupun facebook.<\/p>\n<p>BAB 4<br \/>\nKesimpulan dan Saran<br \/>\n4.1 \u00a0\u00a0 \u00a0Kesimpulan<br \/>\nBerdasarkan hasil dari paper diatas, maka dapat diambil kesimpulan yaitu E-Learning merupakan singkatan dari Electronic Learning, dimana merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya.<br \/>\nE-learning sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik seperti LAN, WAN, atau internet untuk menyampaikan isi dari pembelajaran, interaksi maupun pengarahan bimbingan.<br \/>\nE-learning memiliki beberapa kelebihan yaitu Mengurangi biaya perjalanan, menghemat waktu proses belajar mengajar, fleksibel karena siswa dapat belajar kapan saja, di mana saja, dan dengan tipe pembelajaran yang berbeda-beda, dan menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku).<\/p>\n<p>4.2 \u00a0\u00a0 \u00a0Saran<br \/>\nHendaknya bagi pengelola dan orang-orang yang ikut serta dalam pelaksanaan e-learning menggunakan pemanfaatan dari Teknologi, Informasi, dan Komunikasi(TIK) sebagai salah satu cara yang efektif dan efisien dalam menanggulangi kelemahan dalam proses pembelajaran yang masi bersifat konvensional dan diharapkan terjadinya peningkatan proses pendidikan, keterampilan, dan interaksi yang terjadi antara pengajar dan pelajar.<br \/>\nDaftar Pustaka<br \/>\nHartley, D. E. (2001). Selling E-Learning (The Astd E-Learning Series). United States: ASTD.<br \/>\nKoran, J. (2002). Aplikasi E-Learning dalam pengajaran dan pembelajaran disekolah malaysia. Malaysia.<br \/>\nReferensi<br \/>\nhttp:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Learning_Management_System<br \/>\nhttp:\/\/www.m-edukasi.web.id\/2013\/06\/edmodo-dalam-pengajaran-dan-pembelajaran.html<br \/>\nhttp:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Pembelajaran_elektronik<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>TUGAS PAPER TOPIK \u2013 TOPIK LANJUTAN SISTEM INFORMASI Semester Genap tahun 2013\/2014 Penerapan E-Learning pada EDMODO Kelas : 06PDM Vinsen Sius 1501169801 Universitas Bina Nusantara Jakarta ABSTRAK E-Learning merupakan sebuah bentuk teknologi informasi yang dimana diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk sekolah maya. E-learning merupakan dasar dari pengembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Kegiatan e-learning [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5718,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-4","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-topik-topik-lanjutan-sistem-informasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/vinsensiusng.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/vinsensiusng.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/vinsensiusng.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vinsensiusng.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/5718"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/vinsensiusng.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/vinsensiusng.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":17,"href":"https:\/\/vinsensiusng.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4\/revisions\/17"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/vinsensiusng.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/vinsensiusng.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/vinsensiusng.blog.binusian.org\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}